BELAJAR POLYHEDRON PLATONIK SOLID DI SOFTWARE RHINOCEROS

Pemodelan digital (Digital Modelling) merupakan salah satu sumber daya pembelajaran pada Desain Produk pada tingkat 2 semester 3 dan semester 4. Pemodelan digital di Desain Produk Institut Teknologi Sains Bandung dibagi menjadi 2 yaitu Pemodelan Digital 1 dan Pemodelan Digital 2. Pemodelan Digital 1 mahasiswa diajarkan tentang model 2D (2 Dimensi), sedangkan Pemodelan Digital 2 diajarkan tentang model 3D (3 Dimensi). Software yang diajarkan bervariasi yaitu CorelDraw, 3Ds Max, Rhinoceros, Solidworks.

Pada kesempatan ini mahasiswa Desain Produk Institut Teknologi Sains Bandung Angkatan 2017 sedang belajar Software Rhinoceros. Belajar tentang mengoperasikan software sampai memodel objek. Mata kuliah ini diampu oleh Bapak Drs. Iyus Susila Sanusi, M.Ds. Dari Pemodelan Digital 1 sudah diajarkan tentang Polyhedron Platonik Solid menggunakan Software CorelDraw. Mahasiswa belajar tentang Golden Ratio yang sebagai acuan pembuatan Polyhedron Platonik Solid. Dodecahedron, Hexahedron, Tetrahedron, Oktahedron, dan Icosahedron adalah kumpulan dari Polyhedron Platonik Solid. Pada kesempatan Pemodelan Digital 2 ini mahasiswa masih diajarkan tentang Polyhedron Platonik Solid menggunakan Software 3D yaitu Rhinoceros, dimana belajar tentang memodel Dodecahedron, Hexahedron, Tetrahedron, Oktahedron, dan Icosahedron dengan pendekatan Golden Ratio serta belajar menggabungkan semua dan mencari perbandingan sisi-sisi.

Menurut beliau tujuan dari pembelajaran pemodelan digital tentang Polyhedron Platonik Solid yaitu :

·         Logika tampak dimana mahasiswa mengetahui bentuk dari segala arah (bentuk dari sebuah produk / Visual Spasial).

·         Belajar tentang Golden Ratio itu penting untuk keilmuan desain terutama desain grafis.

·         Orientasi tampak, dimana dalam pembuatan sebuah produk memiliki bentuk yang berbeda dari segala arah.

·         Belajar tentang detail/kedetailan dikarenakan desain itu detail.

Banyak software yang berkaitan tentang Modelling yaitu 3Ds Max, Solidwork, Rhinoceros, dan lain-lain. Namun kembali pada minat dan keinginan tiap individu menggunakan software yang mana dikarenakan semua software 3D itu menampilkan tool yang sama hanya saja dalam pengoperasiannya yang berbeda.